0 votes
in Life Style by (220 points)
Berbicara perihal jodoh, secara umum ada ada dua pandangan yang berbeda, yakni pandangan bahwa jodoh adalah takdir dan pandangan bahwa jodoh adalah pilihan. Pandangan takdir atau disebut terhitung determinisme, mengakui bahwa jodoh seseorang itu sudah ditentukan oleh Tuhan, agar tidak wajib mengupayakan atau jalankan usaha apapun untuk mendapatkan jodoh.

Pandangan layaknya ini terhadap pada akhirnya menggiring seseorang terhadap determinisme fatalistik yakni pandangan yang beranggapan bahwa setiap kejadian sudah ditentukan, dan manusia cuma sanggup terima apa yang sudah ditentukan tanpa sanggup berbuat apa-apa. Menurut pandangan ini, manusia hanyalah “wayang” yang melakoni apa saja yang dikehendaki oleh “sang dalang”. Orang-orang yang begitu saja terima segala suatu hal yang berjalan sebagai nasib (takdir) yang ditentukan, bersikap pasrah terhadap nasib dan tak dambakan merubahnya, disebut fatalistik. Sebaliknya, pandangan pilihan mengakui bahwa jodoh hanyalah adalah pilihan yang melibatkan ketetapan dan kehendak manusia tanpa melibatkan Tuhan. Pilihan diartikan sebagai penentuan atau pengambilan suatu hal berdasarkan ketetapan atau kehendak sendiri. Pandangan ini lebih menakankan terhadap kehendak bebas (free will) manusia. Kehendak bebas adalah kekuatan yang dimiliki seseorang untuk membuat pilihan secara sukarela, bebas, berasal dari segala kendala ataupun tekanan yang ada. Lalu, bagaimana pandangan Alkitab perihal perihal ini?

Manusia dan Kehendak Bebas

Manusia adalah mahluk ciptaan yang berpribadi, yang diciptakan menurut rupa dan gambar Allah (Kejadian 1:26). Kata Ibrani “gambar” adalah “tselem” yang berarti gambar yang dihias, suatu wujud dan figur yang representatif yakni suatu gambar didalam pengertian yang konkret atau nyata. Kata Ibrani “rupa” adalah “demuth” yang mengacu terhadap makna kesamaan namun lebih berwujud abstrak atau ideal. Jadi, membuktikan bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah berarti menyatakan bahwa manusia didalam perihal tertentu merupakan refleksi yang nyata berasal dari Allah yang hidup, yang cerdas dan bermoral. Dengan kata lain, manusia miliki “citra” Allah. Sebagai mahluk ciptaan, manusia terkait terhadap Tuhan, Sang penciptaNya, bagi keberlangsungan hidupnya; ia tidak sanggup berdiri sendiri; hidupnya terkait terhadap Allah pencipta. Di didalam Allah manusia hidup, bergerak, dan bernafas (Kejadian 1:26; 2:7; Kisah Para Rasul 17:28). Sebagai mahluk berpribadi, manusia miliki kemandirian yang relatif (tidak mutlak), didalam pengertian bahwa ia miliki kekuatan untuk membuat keputusan-keputusan dan membuat pilihan-pilihannya sendiri. Hal baik yang diciptakan Tuhan adalah bahwa mahkluk ciptaanNya miliki kebebasan untuk memilih. Dengan kehendak bebas itu manusia sanggup melayani Allah. Fakta bahwa manusia menggunakan pilihan bebas yang diberikan Allah untuk memberontak terhadap Tuhan tidak mengejutkanNya, sebab Tuhan Mahatahu. Tetapi, akibat berasal dari dosa pertama Adam dan Hawa berikut “citra” Allah didalam diri manusia sudah tercorereng dan membuat dosa masuk dan menjalar kepada setiap manusia (Roma 3:10-12, 23; 5:12). Manusia sudah rusak keseluruhan (total depravity). Adam dan Hawa sudah membuat dosa menjadi aktual terhadap waktu pertama kalinya di Taman Eden, sejak waktu itu natur dosa sudah diwariskan kepada seluruh manusia (Roma 5:12; 1 Korintus 15:22).

Kerusakan keseluruhan bukanlah berarti (1) bahwa setiap orang sudah membuktikan kerusakannya secara keseluruhan didalam perbuatan, (2) bahwa orang berdosa tidak lagi miliki hati nurani dan stimulus alamiah untuk terjalin bersama Allah, (3) bahwa orang berdosa akan senantiasa menuruti setiap wujud dosa, dan (4) bahwa orang berdosa tidak lagi sanggup jalankan hal-hal yang baik didalam pandangan Allah maupun manusia. Yang dimaksud bersama kerusakan keseluruhan adalah (1) kerusakan akibat dosa asal menjangkau setiap faktor natur dan kekuatan manusia: terhitung rasio, hati nurani, kehendak, hati, emosinya dan keberadaannya secara menyeluruh (2 Korintus 4:4, 1Timotius 4:2; Roma 1:28; Efesus 4:18; Titus 1:15), dan (2) secara natur, tidak ada suatu hal didalam diri manusia yang membuatnya layak untuk berhadapan bersama Allah yang benar (Roma 3:10-12).

Akibat natur dosa itulah kami sekarang ini tetap menggunakan kehendak bebas itu untuk membuat kejahatan itu menjadi aktual (Markus 7:20-23). Bahkan kejahatan natural layaknya gempa bumi, badai, banjir dan hal-hal lainnya yang serupa, berakar berasal dari penyalahgunaan kehendak bebas manusia. Saat ini kami hidup didalam dunia yang sudah jatuh dan sebab itu, rentan terhadap bencana alam yang tidak akan berjalan jikalau manusia tidak memberontak melawan Allah terhadap awalannya (Roma 8:20-22). Walaupun demikian, Allah senantiasa menghargai “kehendak bebas” yang diberikanNya kepada manusia terhitung didalam perihal menentukan dan menentukan jodoh didalam hidup pernikahannya.

Jodoh dan Ketetapan Tuhan

Di atas sudah disebutkan bahwa Tuhan menghargai kehendak bebas manusia terhitung didalam perihal menentukan jodoh. Apakah ini berarti jodoh hanyalah pilihan dan tidak ditentukan Tuhan? Orang Kristen mengakui bahwa dunia dan alam semesta tidak bekerja secara kebetulan. Mereka menyakini bahwa Tuhan miliki suatu konsep yang termasuk segala suatu hal yang terjadi, dan bahwa Dia waktu ini sedang berkarya mewujudkan rencananya tersebut. Rencana atau Ketetapan Tuhan (Devine Decree) itu menurut Millard J. Erickson adalah “keputusan kekalNya yang membuat pasti segala suatu hal yang akan terjadi”. Sedangkan menurut Henry C. Thiessen konsep atau ketetapan Tuhan adalah “rencana atau rencana-rencana kekal Allah yang dilandaskan terhadap pertimbangan ilahi yang bijaksana dan kudus. Dengan jalan ini maka Allah secara bebas dan tidak berubah, demi kemuliaanNya sendiri, sudah memutuskan baik secara efisien maupun secara permisif segala suatu hal yang akan terjadi”.

Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan sudah memutuskan di awalnya (predestinasi) segala perihal yang akan terjadi. Dengan kata lain, tidak ada satu perihal pun di dunia ini yang berjalan bersama sendirinya atau berjalan secara kebetulan (Efesus 1:4,11). Ketetapan itu meliputi segala suatu hal di masa lampau, masa kini, dan masa depan; ketetapan itu meliputi terhitung hal-hal yang diadakannya secara efisien dan hal-hal hanyalah yang diizinkannya (Yesaya 46:10-11), bersama kata lain, bersama kuasa dan kebijaksanan yang tidak terbatas, sejak segenap kekekalan yang silam, Allah sudah mengambil keputusan dan menentukan serta menentukan jalannya seluruh peristiwa tanpa jikalau bagi segenap kekekalan yang akan datang.

Perlu dipahami, ada dua faktor ketetapan Allah yaitu: ketetapan efektif, yakni kehendak Allah yang mengarahkan dan ketetapan permisif, yakni kehendak Allah yang mengizinkan. Ada hal-hal yang direncanakan Allah dan yang ditetapkan-Nya wajib berjalan secara efisien dan ada hal-hal lainnya yang sekadar diizinkan Allah untuk berjalan (Roma 8:28). Beberapa perihal di mana Allah muncul sebagai penggerak yang secara aktif menjadikan seluruh peristiwa, yakni : menciptakan (Yesaya 45:18); mengontrol alam semesta (Daniel 4:35); memutuskan penguasa (Daniel 2:21); menentukan orang untuk diselamatkan (Efesus 1:4). Beberapa perihal membuktikan kehendak Allah yang permisif, yaitu: Allah mengizinkan kejatuhan, dosa, kejahatan dan penderitaan, namun Ia bukan pencipta dosa, kejahatan ataupun penderitaan manusia. Akan tetapi, didalam perihal ketetapan-ketetapan yang permisif itu pun, Allah mengarahkan seluruhnya bagi kemuliaan-Nya (Matius 18:7; Kisah Para Rasul 2:23). Demikian terhitung didalam perihal jodoh, manusia diberi kebebasan untuk memilih, namun seluruhnya sesuai bersama kehendak Tuhan yang mengijinkan. Jadi, sanggup dikatakan bahwa didalam perihal jodoh ada peran manusia dan ada peran Tuhan. Tuhan sudah memutuskan syarat-syarat didalam menentukan jodoh; manusia mengupayakan mendapatkan jodoh bersama memperhatikan syarat-syarat yang Tuhan sudah tetapkan.

Pernikahan bukanlah perihal yang boleh diremehkan! Pernikahan adalah perihal mulia, yang dikaruniakan Tuhan, sejak manusia belum jatuh ke didalam dosa. Kejadian 1:28 mencatat bagaimana Tuhan memberkati Adam dan Hawa sebelum saat mereka diperintahkan untuk beranak cucu. Lembaga pernikahan ini ditetapkan oleh Allah sendiri (Kejadian 2:24), dan menggambarkan persekutuan antara Kristus dan gerejaNya (Efesus 5:31-32). Dalam pernikahan suami dan istri mengikat diri didalam suatu target yang kudus, untuk membangun rumah tangga suka dan harmonis. Pernikahan tidak boleh ditempuh atau dimasuki bersama sembarangan, dirusak oleh sebab kurang bijaksana, dinista atau dinajiskan; melainkan hendaklah perihal itu dihormati dan dijunjung tinggi bersama kuatir akan Tuhan serta mengingat maksud Allah didalam pernikahan itu.

Karena itu, didalam perihal melacak dan menentukan jodoh, Kekristenan mengajarkan bahwa Tuhan tidak membebaskan manusia bertindak sendiri. Tuhan sudah mengimbuhkan prinsip-prinsip absolut didalam membangun sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Siapapun orangnya, misalnya nyata-nyata menaati komitmen firman Tuhan tersebut, keluarganya akan bahagia.

Kekeliruan Ajaran bahwa Jodoh adalah Takdir

Tuhan sudah menciptakan pria dan wanita untuk hidup bersama. Dengan demikianlah Tuhan berikan kesempatan kepada pria dan wanita untuk hidup bersama didalam suatu pernikahan. Kehidupan bersama ini wajib didasarkan atas kasih karunia. Sebagaimana Yesus Kristus mengasihi satu gereja dan gereja itu mengasihi satu Tuhan, demikianlah laki-laki dipanggil mengasihi satu perempuan dan perempuan mengasihi satu laki-laki (Efesus 5:22-33). Pernikahan mempersatukan kedua hati, mempersatukan kasih dan pengharapan didalam suatu kehidupan bersama; sebab itu hendaklah pernikahan ditempuh bersama rukun, sehati, setujuan, penuh kasih sayang, yakin seorang akan yang lain, dan bersandar kepada kasih karunia Tuhan. Hanya bersama langkah yang demikianlah kehidupan bersama ini sanggup bertahan dan menjadi berkat. Namun, perihal yang sangat memprihatinkan, ada orang yang gagal didalam pernikahannya memakai konsep “jodoh ditentukan Tuhan” sebgai “senjata” untuk membenarkan dirinya dan untuk mengambil alih ketetapan bercerai. Perhatikan umpama berikut:

Bambang yang sudah menikah dua tahun merasakan hubungannya bersama istrinya, tidak harmonis. Hampir setiap hari keluarganya diwarnai bersama percekcokan yang membuatnya stres, frustasi dan putus asa. Istrinya, Wati yang merasakan perihal yang mirip berkata kepada suaminya: “melihat suasana keluarga kita, saya pikir kayanya engkau bukan jodohku yang ditentukan (ditakdirkan) Tuhan.”

“oh ya? Kok saya terhitung berpikir perihal yang sama. Engkau pasti bukan “tulang rusukku” yang sejati. Makanya tidak pernah pas,” sahut Bambang tersenyum setuju bersama istrinya. “Kalau begitu selayaknya kami bercerai dan masing-masing melacak jodoh kami yang sesungguhnya, yang terbaik, yang pas, yang ditentukan berasal dari sejak pada awalnya (takdir),” lanjut Bambangi bersama penuh stimulus sambil menganggukkan kepalanya kepada Wati seolah berharap persetujuan. “Saya setuju! Besok kami ke pengadilan bersama pak pendeta,” jawab Wati mantap.

Referensi:
https://www.doagama.com
https://www.yukristen.com
https://bersamakristus.org

1 Answer

0 votes
by (280 points)
tergantung kepercayaan masing-masing.
asked Feb 18 in Life Style by (280 points)
0 votes
Sebelum beli hp black market, baca dulu ini?

No related questions found

Welcome to Yaka Question & Answers community, where you can ask questions and receive answers from Yaka & other members of the community.

Categories

Most popular tags

orlistat orlistat aciclovir aciclovir cialis tadalafil viagra sildenafil citrate bimatoprost bimatoprost sildenafil citrate viagra valtrex valaciclovir tadalafil cialis lasix furosemide betapace sotalol rizatriptan maxalt etoricoxib arcoxia doxycycline doxycycline food metaxalone skelaxin atenolol tenormin cozaar losartan prochlorperazine compazine divalproex depakote tacrolimus prograf benicar olmesartan zagam sparfloxacin micardis telmisartan item296047351" "item296047351 super avana avanafil alfacalcidol alfacip dapoxetine priligy citalopram celexa temovate clobetasol serevent salmeterol anafranil clomipramina piroxicam feldene avanafil stendra trandate labetalol omnicef cefdinir dulcolax bisacodyl nitrofurantoin monohydrate macrobid casodex bicalutamide labetalol trandate cefdinir omnicef etodolac etodolac spironolactone aldactone item296040882" "item296040882 item289720354" "item289720354 spironolactona aldactone indinavir sulfate indinavir losartan cozaar montelukast singulair vibramycin doxycycline furosemide lasix aldactone spironolactone pletal cilostazol mebendazol vermox latanoprost xalatan bit_coin item296047841" "item296047841 aciphex rabeprazol stendra avanafil ventolin salbutamol furosemida lasix tenormin atenolol valtrex valacyclovir acyclovir zovirax dutasterida avodart acarbose precose luvox fluvoxamine verapamil arpamyl bisoprolol zebeta alfacip alfacalcidol clomipramina anafranil levitra vardenafil lexapro escitalopram plavix clopidogrel arpamyl verapamil danazol danazol diflucan fluconazol phone item289601329" "item289601329 calcium acetate phoslo tofranil imipramine meloxicam mobic simvastatin zocor coumadin warfarin aricept donepezil lithobid lithium ramipril altace salbutamol ventolin famvir famciclovir astelin azelastine nevirapine viramune cilostazol pletal zovirax acyclovir alendronate fosamax calcitriol rocaltrol irbesartan avapro celebrex celecoxib differin adapalene synthroid thyroxine prandin repaglinide mobic meloxicam

11.3k questions

106k answers

12 comments

257k users

...